Advertisement
Busurteliksandi.com – MTs Baabussalaam Wonosari menggelar Pameran Aksi Hasil Karya Siswa di lapangan madrasah pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh peserta didik ini menjadi media pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) sekaligus sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya-karya poster edukatif.
Mengusung tema "Aksi Nyata Mewujudkan Madrasah Peduli dan Berbudaya Lingkungan", para siswa menampilkan berbagai poster kreatif yang mengangkat lima isu utama lingkungan, yakni kebersihan drainase dan sanitasi, pengelolaan sampah ramah lingkungan, pelestarian keanekaragaman hayati, konservasi energi, serta konservasi air.
Melalui pameran tersebut, setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di hadapan guru dan sesama siswa. Selain menyajikan desain yang menarik, setiap poster memuat pesan edukatif, ajakan, serta solusi sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kelestarian lingkungan.
Suasana pameran berlangsung semarak. Stan-stan yang dipenuhi hasil karya siswa menjadi pusat perhatian warga madrasah. Para pengunjung tidak hanya melihat hasil kreativitas para peserta, tetapi juga berdialog langsung dengan pembuat poster untuk memahami ide, pesan, dan solusi yang mereka tawarkan terhadap berbagai persoalan lingkungan.
Kepala MTs Baabussalaam Wonosari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter peserta didik.
"Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami berbagai persoalan lingkungan sekaligus menyampaikan solusi melalui karya yang mereka hasilkan. Kami berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi budaya dan karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran berbasis proyek memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Para guru turut memberikan apresiasi atas antusiasme peserta didik selama proses pembuatan hingga presentasi karya. Mereka menilai metode pembelajaran tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif sekaligus memperkuat pemahaman terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Pameran ini menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat diwujudkan melalui pendekatan yang kreatif dan aplikatif. Selain menghasilkan karya inovatif, siswa juga didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup ramah lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan apresiasi dari seluruh warga madrasah. MTs Baabussalaam Wonosari berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang kreatif, inovatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
(Tim)
